Thailand-Kamboja Makin Kacau, Mendadak Muncul Rusia dan China

Konflik Thailand-Kamboja Memanas: Rudal Canggih China & Isu Tentara Bayaran Rusia Guncang ASEAN

BANGKOK – Eskalasi konflik di perbatasan Thailand dan Kamboja Makin Kacau yang mengkhawatirkan. Penemuan persenjataan berat generasi terbaru buatan China serta isu keterlibatan tentara bayaran Rusia kini menempatkan stabilitas keamanan Asia Tenggara dalam sorotan dunia.

Kamboja Makin Kacau

Meskipun klaim gencatan senjata sempat dihembuskan oleh tokoh internasional, kenyataan di lapangan justru menunjukkan ketegangan yang kian meruncing.

Penemuan Rudal GAM-102LR: Debut Senjata ‘Javelin’ Versi China?

Militer Thailand (RTA) baru saja menyita sistem rudal antitank berpemandu GAM-102LR dalam sebuah baku tembak sengit di perbatasan. Senjata ini bukan sembarang alutsista; GAM-102LR adalah teknologi generasi kelima buatan Poly Technologies China yang memiliki kemampuan fire-and-forget serupa dengan rudal Javelin milik Amerika Serikat.

Jika terbukti digunakan oleh pasukan Kamboja, ini akan menjadi catatan sejarah sebagai penggunaan operasional pertama rudal tersebut dalam konflik nyata di dunia. Selain rudal tersebut, militer Thailand juga mengamankan:

  • Granat 82 mm Type 65 (China).

  • Roket antitank PF-89 (Norinco).

  • Berbagai amunisi berat lainnya.

Misteri Pasokan Senjata: Siapa Aktor di Balik Layar?

Munculnya teknologi militer China di kedua belah pihak menciptakan paradoks keamanan. Thailand sendiri diketahui merupakan pengguna tank VT-4 buatan China. Kehadiran GAM-102LR di pihak Kamboja memicu pertanyaan besar bagi otoritas Bangkok mengenai jalur logistik gelap yang melintasi perbatasan.

Hingga saat ini, pihak Angkatan Darat Thailand menyatakan belum ada bukti langsung bahwa Beijing secara resmi memasok senjata tersebut untuk menyerang Thailand. Namun, spekulasi mengenai “aktor eksternal” terus berkembang seiring dengan langkah Thailand memutus jalur bahan bakar di perbatasan Laos yang diduga dialihkan untuk militer Kamboja.

Isu Tentara Bayaran Rusia dan Sabotase Drone

Menambah kerumitan konflik, laporan intelijen menyebutkan adanya potensi keterlibatan tentara bayaran Rusia. Kepolisian Thailand di Distrik Muang telah diperintahkan untuk memperketat pengawasan terhadap warga negara Rusia.

Beredar kabar bahwa individu tertentu disewa untuk mengoperasikan drone guna menyabotase situs strategis, termasuk Pangkalan Udara Wing 1. Meski Kedutaan Besar Rusia di Thailand membantah keras tuduhan ini dan menyebutnya “tidak berdasar”, kewaspadaan di pihak Bangkok tetap berada pada level tertinggi.

Gencatan Senjata Semu: Bantahan Terhadap Klaim Donald Trump

Di kancah diplomasi, terjadi simpang siur informasi. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa kedua negara telah menyepakati perdamaian. Namun, pernyataan ini langsung dimentahkan oleh Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul.

“Thailand berdiri teguh untuk mempertahankan kedaulatan dengan segala cara. Tidak ada kesepakatan gencatan senjata hingga saat ini,” tegas Charnvirakul. Di sisi lain, Kamboja menyatakan tetap berkomitmen pada perdamaian namun menuduh Thailand melakukan provokasi militer.


Intisari Berita (Key Highlights):

  • Alutsista Canggih: Penyitaan rudal antitank GAM-102LR China menandai peningkatan intensitas teknologi perang di Asia Tenggara.

  • Keterlibatan Asing: Investigasi dilakukan terhadap kemungkinan keterlibatan aktor Rusia (tentara bayaran) dan jalur pasokan senjata China.

  • Diplomasi Gagal: Bantahan terhadap klaim gencatan senjata Donald Trump menunjukkan komunikasi diplomatik yang buntu.

  • Blokade Logistik: Thailand mulai menghentikan pasokan energi ke perbatasan untuk melumpuhkan pergerakan pasukan lawan.

asia88

marocafrik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*